Off Campus
1
sd 9 April 2016, merupakan minggu yang bahagia karena berkumpul kembali
dengan keluarga dan kawan-kawan di kantor. Meskipun demikian ada banyak
hal yang memang harus saya lakukan dan itu tidak mudah, semuanya harus
tercatat/terdokumentasi dan terbuktikan sebagai suatu rangkaian aku
memulai seluruh upaya penyelesaian project.
Hmmm....seolah-olah
menjadi agen perubahan. Hidup tetap harus berjalan apapun dan
bagaimanapun keadaannya laju...laju...dan laju...
inilah judulku"..............." mana judulmu....
keep spirit to reach the glory
Hanang Dwi Atmojo
5 April 2016
Selasa, 05 April 2016
Jumat, 18 Maret 2016
Rancangan Proyek Perubahan
Diklatpim IV angkatan 8
Alhamdulillah aku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti Diklatpim IV oleh Kementan di PPMKP Ciawi, yang membuat saya kaget ternyata apa yang selama ini pimpinan, saya serta teman-teman rintis dan perjuangkan dalam membangun hortikultura dari aspek data statistik sudah senafas dan seirama dengan tujuan dari Diklatpim IV bahwa setiap pegawai harus menjadi agen perubahan (transformer) menuju ke hal yang lebih baik dan bermanfaat.
Aku akan berusaha berjuang untuk menerapkan apa yang aku peroleh di Diklatpim IV, semoga...
#Rekanedadiwongbener
Bravo Diklatpim IV angkatan 8
Alhamdulillah aku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti Diklatpim IV oleh Kementan di PPMKP Ciawi, yang membuat saya kaget ternyata apa yang selama ini pimpinan, saya serta teman-teman rintis dan perjuangkan dalam membangun hortikultura dari aspek data statistik sudah senafas dan seirama dengan tujuan dari Diklatpim IV bahwa setiap pegawai harus menjadi agen perubahan (transformer) menuju ke hal yang lebih baik dan bermanfaat.
Aku akan berusaha berjuang untuk menerapkan apa yang aku peroleh di Diklatpim IV, semoga...
#Rekanedadiwongbener
Bravo Diklatpim IV angkatan 8
Senin, 14 Maret 2016
BAWANG CABAI KEMBALI MENGGUNCANG DUNIA
MARET 2016
Heboh, ruwet, dan berkeluhkesah intinya semua menjadi geger gara-gara Bawang merah dan Cabai
harganya sudah melangit dan tak terkendali.
pantauan di lapangan memang menunjukkan kecenderungan turun karena kondisi hujan dan serangan hama kutu putih, stok menjadi agak berkurang disamping panen raya yang sudah berlalu, kondisi ini sedikit membuat Pasar jakarta cheos dan harus perang pasar.
Saya hanya bisa mendoakan, bagi para pimpinan yang mengemban tugas ini bisa menstabilisasi harga bawang merah dan cabai
Heboh, ruwet, dan berkeluhkesah intinya semua menjadi geger gara-gara Bawang merah dan Cabai
harganya sudah melangit dan tak terkendali.
pantauan di lapangan memang menunjukkan kecenderungan turun karena kondisi hujan dan serangan hama kutu putih, stok menjadi agak berkurang disamping panen raya yang sudah berlalu, kondisi ini sedikit membuat Pasar jakarta cheos dan harus perang pasar.
Saya hanya bisa mendoakan, bagi para pimpinan yang mengemban tugas ini bisa menstabilisasi harga bawang merah dan cabai
Kamis, 25 Februari 2016
Menundukkan segala keduniawian
Hanya untuk berbakti kepada Penghujung Jalan
Tuhan telah membuat orang menjadi pintar dan Tuhan sengaja menguji kepintaran itu
Sadarkah kita bahwa sejatinya ujian itu tak pernah berhenti, hingga kita menjadi lebih bijak
Hanya hati kita dan Tuhan yang tau
Hanang Dwi Atmojo (26 Februari 2016)
Tuhan telah membuat orang menjadi pintar dan Tuhan sengaja menguji kepintaran itu
Sadarkah kita bahwa sejatinya ujian itu tak pernah berhenti, hingga kita menjadi lebih bijak
Hanya hati kita dan Tuhan yang tau
Hanang Dwi Atmojo (26 Februari 2016)
Senin, 22 Februari 2016
MESKI HANYA 60 batang CABAI RAWIT
MINIMAL AKU MEMPRAKTEKKAN
Tidak banyak memang 60 batang pohon cabai rawit (Jablay) tapi itu cukup bagiku menguras keringat hari sabtu atau minggu. Dengan memanfaatkan pekarangan milik Pengembang/developer perumahan yang sengaja dibiarkan untuk meningkatkan nilai jual maka teramat sayang.
Aku bersihkan dari alang-alang dan rumput liar yang memenuhi areal itu.
Semaian cabai telah siap kupindahkan ke tanah yang telah diolah. Semoga dengan 60 pohon dapat membantu niat pemerintah mensukseskan swasembada Bawang Merah dan Cabai.
Mari berkarya untuk nusa dan bangsa
Hormat Saya
Hanang Dwi Atmojo
23 Februari 2016
Tidak banyak memang 60 batang pohon cabai rawit (Jablay) tapi itu cukup bagiku menguras keringat hari sabtu atau minggu. Dengan memanfaatkan pekarangan milik Pengembang/developer perumahan yang sengaja dibiarkan untuk meningkatkan nilai jual maka teramat sayang.
Aku bersihkan dari alang-alang dan rumput liar yang memenuhi areal itu.
Semaian cabai telah siap kupindahkan ke tanah yang telah diolah. Semoga dengan 60 pohon dapat membantu niat pemerintah mensukseskan swasembada Bawang Merah dan Cabai.
Mari berkarya untuk nusa dan bangsa
Hormat Saya
Hanang Dwi Atmojo
23 Februari 2016
Senin, 18 Januari 2016
MARI KITA MENGHARGAI LEBIH PETANI BAWANG MERAH DAN CABAI
“HARAP MAKLUM”
HARGA BAWANG MERAH DAN CABAI
TIDAK PERNAH STABIL
Oleh: Tim Datin Hortikultura
1. Bawang
Merah/cabai layak naik kelas dari komoditas
yang relatif murah (Rp.10.000 sd
Rp.12.000/kg) di tingkat pengecer menjadi kelas komoditas pertanian yang
relatif mahal ( >Rp.20.000,-/kg)
mengingat:
1. Bawang merah diperlukan dan dibutuhkan setiap
hari oleh Rumah Tangga, industri, Horeka, Warung Usaha, Hajatan dlsb.Tanpa
Bawang Merah/cabai semua tidak lengkap
dan semahal apapun produk ini tetap dicari (jaminan pasar ada), berbeda dengan
komoditas hortikultura lainnya semakin tinggi harganya semakin ditinggalkan
pembeli.
2. Usaha Bawang Merah/cabai membutuhkan modal besar, usaha pikiran dan
tenaga yang luar biasa besar kurang lebih Rp 50 sd 60 juta per ha, itupun
dengan resiko kegagalan yang tinggi. Dan apabila terjadi kegagalan panen dan
atau terjadi kerugian maka seluruh biaya tersebut resikonya ditanggung oleh
pengusaha/petani. Sangat berbeda dengan Beras/padi/komoditas pangan lainnya
yang relatif hanya membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, anggaplah merugi
pun tidak terlalu besar.
3. Perlu intensitas perhatian dan skill yang
berbeda dalam berbudidaya kedua komoditas ini,
alih-alih dapat untung yang ada adalah merugi jika tidak dikelola atau
dirawat dengan baik, berbeda dengan tanaman tahunan atau padi sekalipun yang
mungkin tidak serumit atau sesulit membudidayakan bawang merah dan cabai,
sehingga faktor dan variabel inilah yang perlu menjadi pemahaman kita kenapa
Harganya layak untuk menjadi produk yang mahal.
4. Pemerintah sejujurnya tidak adil dalam
memberikan sikap atas fenomena ekonomi dan stabilisasi harga Bawang Merah dan
Cabai. Ketidak adilan itu terlihat dari begitu gencarnya melakukan pembahasan
penanganan untuk mensatbilisasi harga pada saat harga kedua komoditas ini
meningkat tetapi tidak dilakukan langkah-langkah yang membela petani/produsen apabila
terjadi hal yang sebaliknya yaitu harga anjlok, misalnya memborong habis
seluruh product yang ada di kebun maupun di gudang dengan harga pemerintah
(harus diatas BEP).
5. Faktanya Unit-unit kerja sektor pertanian
khususnya hortikultura di daerah (Dinas Pertanian) merasa sangat berhasil
apabila terjadi harga yang diatas BEP dan cenderung tinggi untuk komoditas binaan mereka, karena
prinsipnya bertani hortikultura adalah bertani yang tidak gampang dan harus
berorientasi pada jaminan pasar, dan sebaliknya Dinas Pertanian akan di benci
bahkan di menjadi sasaran amuk petani apabila bawang merah dan cabai mereka
tidak memiliki harga yang minimal setara
dengan BEP.
6. Upaya impor sering menjadi pemikiran
penyelesaian jalur pintas dan efektif meredam harga, padahal menurut hemat kami
langkah penghentian impor bawang dan cabai adalah langkah mulia membela
eksistensi petani dalam negeri sekaligus memberi insentif harga bagi petani kita. Toh
sesungguhnya para ibu rumah tangga dengan sabar tetap membeli kemahalan
tersebut karena kebutuhan yang mereka perlukan setimpal dengan
rasa/kenikmatan yang akan mereka
peroleh.
7. Justru dari pihak dan para importir serta pelaku
usaha di bidang industri yang sebenarnya memiliki modal dan kapital berlipat
bahkan dengan keuntungan yang jelas terkadang tidak mau membeli bawang
merah/cabai dengan harga yang pantas dengan berbagai alasannya. Harusnya dapat
mengambil pelajaran dari para ibu rumah tangga yang sanggup memberikan insentif
harga tinggi dengan mau membelinya. Minimal jangan sampai memberikan harga di
bawah BEP bagi bawang merah dan cabai.
8. Terlepas dari itu tugas Pemerintah adalah:
a.
Memberi jaminan harga kepada para petani dan
pelaku usaha bahwa harga tertinggi di tingkat pengecer/pasar grosir dan harga
terendah di tingkat produsen. Jaminan itu bisa melalui regulasi dengan
mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan atau apapun bentuknya.
b. Menghidupkan fungsi Bulog dan lembaga turunannya
jika ada, untuk membeli dan menampung hasil dari produk panen raya petani
kemudian difikirkan penyimpanan dan pengolahannya
c. Pemerintah mensupport BULOG dalam hal penanganan
pemasarannya melalui operasi apasar atau menetapkan sistem yang lebih baik dan
difasilitasi melalui penganggaran pemerintah minimal untuk 9 komoditas bahan
pokok termasuk bawang merah dan cabai.
d. Pengamanan pasokan Jakarta khususnya untuk Cabai
dapat dilakukan dengan pengembangan budidaya cabai secara masiv di Bogor,
Tangerang, Depok dan Bekasi. Kita bisa melihat hortikultura tidak menuntut
lahan yang luas, tetapi penaganan budidaya yang kreatif dan inovatif. Dengan
lahan yang sering di anggurin oleh para pemiliknya kapital dengan segala alasan
investasinya, maka lahan-lahan nganggur di seputaran Jakarta, Bogor, Tangerang,
dan Depok dengan kebijakan khusus mungkin akan membantu mensupplay kebutuhan
pasar induk kramat jati. Kuncinya kreatif ; dengan melibatkan petani-petani
urban yang sering menanam sawi, kangkung, bayam, kacang panjang dll di
seputaran Jakarta.
Minggu, 13 Desember 2015
NIHH BACA YG LAGI BANYAK COBAAN (DARI MAS BRO...AA..G)
Lima Cara Sederhana Menghadapi Cobaan Hidup. Oleh: Aa Gym
1. Siap menerima suatu cobaan
Kita terkadang lupa bahwa pangkal dari masalah kita bukan masalah itu sendiri, tetapi bagaimana menyikapi/menerima suatu cobaan. Seperti menghadapi suatu ujian. Apabila kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya, maka umumnya kita akan mendapatkan hasil yang baik pula. Tetapi kita juga harus ingat bahwa tidak semua yang kita inginkan akan terwujud. Oleh karena itu, kita harus siap pula dengan kegagalan dan jangan hanya siap dengan kesuksesan. Semakin siap kita untuk menghadapi suatu kegagalan, semakin ringan masalah tersebut akan dirasakan oleh kita. Mulailah dengan niat yang baik, ikhtiar semampu kita, tapi jangan terkunci oleh keinginan dan nafsu kita, serahkan semuanya kepada Allah SWT.
2. Kalau sudah terjadi, kuncinya adalah ridho/diterima
Seringkali saat mengalami suatu masalah/musibah, kita cenderung berpikir “seandainya saya pergi lebih cepat”, “seandainya kita belajar lebih giat”, dsb. Hal itu menandakan bahwa kita adalah orang yang tidak bisa menerima kenyataan. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak tenang dalam menghadapi berbagai cobaan serta masalah hidup. Apabila kita mencoba berpikir lebih dalam, banyak orang menderita bukan karena kenyataan yang terjadi tetapi karena tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita sudah siap untuk menerima berbagai cobaan dari awal dan bukan di akhir, InsyaAllah kita akan menjadi lebih tenang dan lebih siap dalam menghadapi berbagai ujian dalam hidu kita.
3. Jangan mempersulit diri, “mudahkan urusanmu”
Apabila kita pikirkan baik-baik. Setiap kita mendapatkan masalah, pada umumnya kita menderita karena pikiran kita sendiri. Banyak orang menderita karena memikirkan yang belum ada dan bukan mensyukuri yang sudah ada. Orang tersebut bukan kurang rizki tetapi kurang iman. Kita jangan takut tidak akan mempunyai rizki yang cukup, tapi takut tidak bisa mensyukuri nikmat yang sudah kita miliki! Kita harus ingat bahwa kita dihormati orang lain bukan karena kita mulia, tapi karena Allah SWT menutupi dosa, aib, dan kesalahan kita!
Aa gym pun mengatakan terdapat beberapa babak dalam hidupnya: babak ngetop, babak belur, hingga babak baru. Beliau juga berkata bahwa pujian jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan dicaci maki. Karena pujian mendekatkan kita ke kemunafikan. Namun, dari hal tersebut beliau menyadari bahwa memang terkadang inilah ujian yang diberikan oleh Allah SWT terhadap hambaNya untuk menaikkan derajatnya. Jangan membebani diri kita dengan berbagai masalah yang sudah ada.
4. Evaluasi diri (bertaubat)
“Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”
QS An-Nisa ayat 79
Terkadang kita lalai dalam mengevaluasi diri kita setelah tertimpa masalah/musibah. Kita cenderung mengedepankan emosi serta mencari-cari kesalahan orang lain. Kita harus ingat bahwa sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari dosa. Cara untuk menghilangkan/megurangi dosa tersebut tentu dengan bertaubat.
Dalam menghadapi berbagai masalah pun kita harus ingat bahwa tidak ada satupun masalah yang tidak ada solusinya. Tidak ada guru yang memberikan soal tanpa ada kunci jawaban. Tidak ada seseorang membuat lubang kunci tanpa pasangan kuncinya. Salah satu jalan utama untuk mendapatkan jawaban dari masalah kita adalah dengan bertaubat! Pada intinya adalah kita harus instropeksi terhadap kesalahan diri kita sendiri dan jangan melihat/mencari kesalahan orang lain. Seperti kisah Nabi Adam a.s. yang memakan buah terlarang dan akhirnya dikirim ke dunia sebagai hukuman. Beliau menjadi mulia karena bertaubat dan bukan karena menyalahkan iblis yang telah membujuknya. Begitu juga dengan Nabi Yunus a.s. yang dimakan oleh ikan paus karena sempat lalai terhadap umatnya. Beliau pun selamat karena bertaubat.
5. Cukuplah Allah SWT sebagai penolong kita (hanya bersandar kepada Allah SWT)
- Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
- dari kejahatan makhluk-Nya,
- dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
- dan dari kejahatan wanita-wanita tukangsihir yang menghembus pada buhul-buhul,
- dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”
Seringkali sebagai manusia, kita bersandar kepada jabatan, kekayaan, suami, istri, orangtua, saudara/kerabat dengan jabatan tinggi, dsb. Namun satu hal yang tidak kita sadari adalah kita sering bergantung kepada sesuatu yang tidak kekal. Kaya bisa menjadi miskin, kerabat bisa meninggal atau hubungan bisa menjadi renggang dan jabatan seseorang bisa hilang sewaktu-waktu. Begitu semua hal tersebut diambil/hilang kita akan kehilangan tempat bergantung. Namun apabila kita bersandar kepada Allah SWT yang kekal, kita tidak akan kehilangan apa-apa karena kita bersandar kepada yang kekal dan pemilik alam semesta. Hal ini pun tercermin dari cara Nabi Muhammad SAW mengajarkan agama islam. Rasulullah menyebarkan agama islam dengan mengajarkan ilmu tauhid terlebih dahulu, yaitu ilmu mengenal Allah SWT. Baru setelah itu Rasulullah mengajarkan mengenai solat dan ibadah-ibadah lainnya. Dari hal ini kita bisa melihat bahwa yang terpenting adalah mengenal Allah SWT terlebih dahulu.
Akhirul kata, derajat seseorang ditentukan pula oleh masalah yang dialaminya. Semakin tinggi derajat/mulia seseorang semakin berat pula masalah yang akan dihadapinya. Yang menentukan apakah kita akan menjadi lebih mulia atau tidak adalah bagaimana kita menyikapi dan mengevaluasi diri sesudahnya. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada hamba-hambaNya dalam menghadapi&menyikapi berbagai masalah yang kita hadapi, Amin YRA…
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Langganan:
Postingan (Atom)