Senin, 18 Januari 2016

MARI KITA MENGHARGAI LEBIH PETANI BAWANG MERAH DAN CABAI



“HARAP MAKLUM”
 HARGA BAWANG MERAH DAN CABAI
TIDAK PERNAH STABIL

Oleh: Tim Datin Hortikultura


1. Bawang Merah/cabai  layak naik kelas dari komoditas yang relatif murah (Rp.10.000 sd  Rp.12.000/kg) di tingkat pengecer menjadi kelas komoditas pertanian yang relatif mahal                      ( >Rp.20.000,-/kg) mengingat:

1. Bawang merah diperlukan dan dibutuhkan setiap hari oleh Rumah Tangga, industri, Horeka, Warung Usaha, Hajatan dlsb.Tanpa Bawang Merah/cabai  semua tidak lengkap dan semahal apapun produk ini tetap dicari (jaminan pasar ada), berbeda dengan komoditas hortikultura lainnya semakin tinggi harganya semakin ditinggalkan pembeli.
2.  Usaha Bawang Merah/cabai  membutuhkan modal besar, usaha pikiran dan tenaga yang luar biasa besar kurang lebih Rp 50 sd 60 juta per ha, itupun dengan resiko kegagalan yang tinggi. Dan apabila terjadi kegagalan panen dan atau terjadi kerugian maka seluruh biaya tersebut resikonya ditanggung oleh pengusaha/petani. Sangat berbeda dengan Beras/padi/komoditas pangan lainnya yang relatif hanya membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, anggaplah merugi pun tidak terlalu besar.
3.  Perlu intensitas perhatian dan skill yang berbeda dalam berbudidaya kedua komoditas ini,  alih-alih dapat untung yang ada adalah merugi jika tidak dikelola atau dirawat dengan baik, berbeda dengan tanaman tahunan atau padi sekalipun yang mungkin tidak serumit atau sesulit membudidayakan bawang merah dan cabai, sehingga faktor dan variabel inilah yang perlu menjadi pemahaman kita kenapa Harganya layak untuk menjadi produk yang mahal.
4. Pemerintah sejujurnya tidak adil dalam memberikan sikap atas fenomena ekonomi dan stabilisasi harga Bawang Merah dan Cabai. Ketidak adilan itu terlihat dari begitu gencarnya melakukan pembahasan penanganan untuk mensatbilisasi harga pada saat harga kedua komoditas ini meningkat tetapi tidak dilakukan langkah-langkah yang membela petani/produsen apabila terjadi hal yang sebaliknya yaitu harga anjlok, misalnya memborong habis seluruh product yang ada di kebun maupun di gudang dengan harga pemerintah (harus diatas BEP).
5. Faktanya Unit-unit kerja sektor pertanian khususnya hortikultura di daerah (Dinas Pertanian) merasa sangat berhasil apabila terjadi harga yang diatas BEP dan cenderung tinggi  untuk komoditas binaan mereka, karena prinsipnya bertani hortikultura adalah bertani yang tidak gampang dan harus berorientasi pada jaminan pasar, dan sebaliknya Dinas Pertanian akan di benci bahkan di menjadi sasaran amuk petani apabila bawang merah dan cabai mereka tidak memiliki harga yang minimal  setara dengan BEP.
6. Upaya impor sering menjadi pemikiran penyelesaian jalur pintas dan efektif meredam harga, padahal menurut hemat kami langkah penghentian impor bawang dan cabai adalah langkah mulia membela eksistensi petani dalam negeri sekaligus memberi  insentif harga bagi petani kita. Toh sesungguhnya para ibu rumah tangga dengan sabar tetap membeli kemahalan tersebut karena kebutuhan yang mereka perlukan setimpal dengan rasa/kenikmatan  yang akan mereka peroleh.
7.  Justru dari pihak dan para importir serta pelaku usaha di bidang industri yang sebenarnya memiliki modal dan kapital berlipat bahkan dengan keuntungan yang jelas terkadang tidak mau membeli bawang merah/cabai dengan harga yang pantas dengan berbagai alasannya. Harusnya dapat mengambil pelajaran dari para ibu rumah tangga yang sanggup memberikan insentif harga tinggi dengan mau membelinya. Minimal jangan sampai memberikan harga di bawah BEP bagi bawang merah dan cabai.
8.  Terlepas dari itu tugas Pemerintah adalah:
a.       Memberi jaminan harga kepada para petani dan pelaku usaha bahwa harga tertinggi di tingkat pengecer/pasar grosir dan harga terendah di tingkat produsen. Jaminan itu bisa melalui regulasi dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan atau apapun bentuknya.
b.    Menghidupkan fungsi Bulog dan lembaga turunannya jika ada, untuk membeli dan menampung hasil dari produk panen raya petani kemudian difikirkan penyimpanan dan pengolahannya
c.     Pemerintah mensupport BULOG dalam hal penanganan pemasarannya melalui operasi apasar atau menetapkan sistem yang lebih baik dan difasilitasi melalui penganggaran pemerintah minimal untuk 9 komoditas bahan pokok termasuk bawang merah dan cabai.
d. Pengamanan pasokan Jakarta khususnya untuk Cabai dapat dilakukan dengan pengembangan budidaya cabai secara masiv di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Kita bisa melihat hortikultura tidak menuntut lahan yang luas, tetapi penaganan budidaya yang kreatif dan inovatif. Dengan lahan yang sering di anggurin oleh para pemiliknya kapital dengan segala alasan investasinya, maka lahan-lahan nganggur di seputaran Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Depok dengan kebijakan khusus mungkin akan membantu mensupplay kebutuhan pasar induk kramat jati. Kuncinya kreatif ; dengan melibatkan petani-petani urban yang sering menanam sawi, kangkung, bayam, kacang panjang dll di seputaran Jakarta.

Minggu, 13 Desember 2015

NIHH BACA YG LAGI BANYAK COBAAN (DARI MAS BRO...AA..G)

Lima Cara Sederhana Menghadapi Cobaan Hidup. Oleh: Aa Gym



1.  Siap menerima suatu cobaan
Kita terkadang lupa bahwa pangkal dari masalah kita bukan masalah itu sendiri, tetapi bagaimana menyikapi/menerima suatu cobaan. Seperti menghadapi suatu ujian. Apabila kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya, maka umumnya kita akan mendapatkan hasil yang baik pula. Tetapi kita juga harus ingat bahwa tidak semua yang kita inginkan akan terwujud. Oleh karena itu, kita harus siap pula dengan kegagalan dan jangan hanya siap dengan kesuksesan. Semakin siap kita untuk menghadapi suatu kegagalan, semakin ringan masalah tersebut akan dirasakan oleh kita. Mulailah dengan niat yang baik, ikhtiar semampu kita, tapi jangan terkunci oleh keinginan dan nafsu kita, serahkan semuanya kepada Allah SWT.
2.       Kalau sudah terjadi, kuncinya adalah ridho/diterima
Seringkali saat mengalami suatu masalah/musibah, kita cenderung berpikir “seandainya saya pergi lebih cepat”, “seandainya kita belajar lebih giat”, dsb. Hal itu menandakan bahwa kita adalah orang yang tidak bisa menerima kenyataan. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak tenang dalam menghadapi berbagai cobaan serta masalah hidup. Apabila kita mencoba berpikir lebih dalam, banyak orang menderita bukan karena kenyataan yang terjadi tetapi karena tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita sudah siap untuk menerima berbagai cobaan dari awal dan bukan di akhir, InsyaAllah kita akan menjadi lebih tenang dan lebih siap dalam menghadapi berbagai ujian dalam hidu kita.
3.       Jangan mempersulit diri,  “mudahkan urusanmu”
Apabila kita pikirkan baik-baik. Setiap kita mendapatkan masalah, pada umumnya kita menderita karena pikiran kita sendiri. Banyak orang menderita karena memikirkan yang belum ada dan bukan mensyukuri yang sudah ada. Orang tersebut bukan kurang rizki tetapi kurang iman. Kita jangan takut tidak akan mempunyai rizki yang cukup, tapi takut tidak bisa mensyukuri nikmat yang sudah kita miliki!  Kita harus ingat bahwa kita dihormati orang lain  bukan karena kita mulia, tapi karena Allah SWT menutupi dosa, aib, dan kesalahan kita!
Aa gym pun mengatakan terdapat beberapa babak dalam hidupnya: babak ngetop, babak belur, hingga babak baru. Beliau juga berkata bahwa pujian jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan dicaci maki. Karena pujian mendekatkan kita ke kemunafikan.  Namun, dari hal tersebut beliau menyadari bahwa memang terkadang inilah ujian yang diberikan oleh Allah SWT terhadap hambaNya untuk menaikkan derajatnya. Jangan membebani diri kita dengan berbagai masalah yang sudah ada.
4.       Evaluasi diri (bertaubat)
“Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”
QS An-Nisa ayat 79
Terkadang kita lalai dalam mengevaluasi diri kita setelah tertimpa masalah/musibah. Kita cenderung mengedepankan emosi serta mencari-cari kesalahan orang lain. Kita harus ingat bahwa sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari dosa. Cara untuk menghilangkan/megurangi dosa tersebut tentu dengan bertaubat.
Dalam menghadapi berbagai masalah pun kita harus ingat bahwa tidak ada satupun masalah yang tidak ada solusinya. Tidak ada guru yang memberikan soal tanpa ada kunci jawaban. Tidak ada seseorang membuat lubang kunci tanpa pasangan kuncinya. Salah satu jalan utama untuk mendapatkan jawaban dari masalah kita adalah dengan bertaubat! Pada intinya adalah kita harus instropeksi terhadap kesalahan diri kita sendiri dan jangan melihat/mencari kesalahan orang lain. Seperti kisah Nabi Adam a.s. yang memakan buah terlarang dan akhirnya dikirim ke dunia sebagai hukuman. Beliau menjadi mulia karena bertaubat dan bukan karena menyalahkan iblis yang telah membujuknya. Begitu juga dengan Nabi Yunus a.s. yang dimakan oleh ikan paus karena sempat lalai terhadap umatnya. Beliau pun selamat karena bertaubat.
5.       Cukuplah Allah SWT sebagai penolong kita (hanya bersandar kepada Allah SWT)
  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
  2. dari kejahatan makhluk-Nya,
  3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
  4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukangsihir yang menghembus pada buhul-buhul,
  5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”
QS Al Falaq 1-5 
Seringkali sebagai manusia, kita bersandar kepada jabatan, kekayaan, suami, istri, orangtua, saudara/kerabat dengan jabatan tinggi, dsb. Namun satu hal yang tidak kita sadari adalah kita sering bergantung kepada sesuatu yang tidak kekal. Kaya bisa menjadi miskin, kerabat bisa meninggal atau hubungan bisa menjadi renggang dan jabatan seseorang bisa hilang sewaktu-waktu. Begitu semua hal tersebut diambil/hilang kita akan kehilangan tempat bergantung. Namun apabila kita bersandar kepada Allah SWT yang kekal,  kita tidak akan kehilangan apa-apa karena kita bersandar kepada yang kekal dan pemilik alam semesta. Hal ini pun tercermin dari cara Nabi Muhammad SAW mengajarkan agama islam. Rasulullah menyebarkan agama islam dengan mengajarkan ilmu tauhid terlebih dahulu, yaitu ilmu mengenal Allah SWT. Baru setelah itu Rasulullah mengajarkan mengenai solat dan ibadah-ibadah lainnya. Dari hal ini kita bisa melihat bahwa yang terpenting adalah mengenal Allah SWT terlebih dahulu.
Akhirul kata, derajat seseorang ditentukan pula oleh masalah yang dialaminya. Semakin tinggi derajat/mulia seseorang semakin berat pula masalah yang akan dihadapinya. Yang menentukan apakah kita akan menjadi lebih mulia atau tidak adalah bagaimana kita menyikapi dan mengevaluasi diri sesudahnya. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada hamba-hambaNya dalam menghadapi&menyikapi berbagai masalah yang  kita hadapi, Amin YRA…
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Minggu, 22 November 2015

PIJAT TOTOK REFLEXY

TELAH DI BUKA DI DUKUH ZAMRUD MUSTIKAJAYA
KOTA BEKASI

KHUSUS LAKI_LAKI


PIJAT KESEHATAN
HILANGKAN RASA LELAH/CAPEK/LETIH LEPAS KERJA


SEGER BUGER
HUB : 087843176645
Rp 15.000/20 Menit
Rp.40.000/seluruh Badan

Om ku itu yang mijit....tangannya gandemm...uenakk polll rekkk..!!!!!!

Pada dateng ya gan....

Selasa, 17 November 2015

#COPAS : AKU TERSENTIL OLEH BLOGGER YG HANDAL INI #INDONESIASADAR

“MAAFKAN AKU BILA MENGELUH”


            Hari itu,disebuah bus aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria dan aku ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba ia terhuyung-huyung berjalan. Dia memiliki 1 kaki saja, dan memakai tongkat kayu Namun ketika dia lewat, ia tersenyum. Ya tuhan, maafkan kau bila mengeluh, Aku punya dua kaki, dunia ini milikku.

            Aku berhenti untuk membeli sedikit kue . Anak laki-laki penjualnya  begitu mempesona. Aku berbicara padanya.  Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku telambat sampai dikampus, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata “Terima kasih engkau sudah begitu baik, menyenangkan bisa berbicara dengan orang sepertimu. Lihatlah aku buta ” Ya tuhan….. maafkan aku bila mengeluh aku punya 2 mata. Dunia ini milikku.

            Lalu sementara berjalan, aku melihat seseorang anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tau apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, “Mengapa engkau tidak bermain bersama yang lain? “Dia memandang kedepan tanpa bersuara, lalu aku tidak tahu dia tidak bisa mendengar. Ya tuhan…. Maafkan aku bila mengeluh, Aku punya 2 telinga. Dunia ini milikku.

Dengan 2 kaki untuk membawaku kemana aku mau dengan 2 mata untuk memandang mentari dari bukit-bukit. Dengan 2 telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi Ya tuhan…. Maafkan aku bila aku mengeluh.



Bergemuruh haruku dalam diam
Indah jingga LangitMu
Indah tasbih Ombakmu
Indah desir AnginMu
Kenyangku adalah nikmat
Nafasku adalah nikmat
Sujudku adalah nikmat
Rukukku adalah nikmat
Perjalananku adalah nikmat
Mataku adalah nikmat
Rasaku adalah nikmat
Dengarku adalah nikmat
Cintaku adalah nikmat
Hatiku adalah nikmat
Nikmat Allah yang mana lagi yang akan kudustakan????


Ya tuhan......Berapa banyak kenikmatanMu kepadaKu. Sudahkah aku bersyukur? Jika kuhitungpun, kita tidak akan sanggup menghitungnya.

Jikalau seluruh air samudera itu akan digunakan untuk menjadi tinta dalam pena yang menulis nikmatNya, maka setelah seluruh air samudra telah mengering habis tak juga terselesaikan seluruh tulisan itu karena nikmatNya tak terhitung dengan apapun…

…Lalu kurnia Tuhan yang mana lagi yang hendak  kudustakan?


Lalu masihkah aku harus banyak mengeluh…???? Maafkan aku Yaa Rahman… Ampuni aku…Ya Rahman…

dan aku diingatkan :

"Dan (ingatlah juga), tatkala Allah memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim[14]: 7)"

”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (Q.S. An-Nahl [16]: 78)

"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (datangnya)." (An Nahl :53)

"...Lalu kurnia Tuhanmu yang mana lagi yang hendak kamu dustakan? (QS.Ar-Rahman 13)..."

Minggu, 15 November 2015

BERSAMA KELUARGA

Sempatkan ruang , waktu dan jiwamu bagi keluargamu
Jika kamu sudah merasa jauh, maka dekatkanlah hatimu
Hanya keluarga yang menjadi tempat berteduh dan berbagi sejatimu di dunia
Istri, anak, dan tetanggamu adalah keluarga yang luarbiasa


Semoga dengan senantiasa bersama keluarga, seluruh, jenuh, capek, penat, bahkan permasalahan dapat terselesaikan.

karena prinsipnya Hidup ini bukan MASALAH tetapi TANTANGAN

Bravo keluarga sakinah INDONESAI

#INDONESIASEGER
Bocah-bocah ini yang akan membuat LESUNG teteap JUMENGGLUNG



#INDONESIASEGER

Yth. Broo/Agan

Numpang iklan
Nih Saudara ane mau buka usaha sendiri, Fresh Body Box

Refleksi, Totok, Pijat Tradisional, Pijat Kebugaran, Capek Lelah setelah Kerja

Daerah Zamrud Mustika Jaya


Semoga berkenan
dan Mudahkanlah untuk semua

Hub: Saudara Dani Tri Saputro

Ane Lupa no HP nya, tar kita kasih selebarannya ya.....!!!!!!!

Jumat, 13 November 2015

BERTANI MENYEHATKAN BADAN DAN FIKIRAN

Jika kita memiliki hobby untuk bercoicok tanam, maka sebaiknya anda salurkan
Tidak mudah memang, apalagi kita berada di perkotaan
Keterbatasan lahan dan akses bertani membuat segalanya menjadi nanggung.

Tapi jangan kuatir, semua harus dihentikan apabila kita sudah berusaha namun tidak terwujud mimpi itu...
ini.....saya cuma numpang foto doang

mungkin suatu saat menjadi kenyataan....




Catat ya:


Mimpi kita Jakarta tidak di guncang harga cabai rawit dan cabai besar, karena bekasi akan saya tanami cabai sampai penuh...ha...ha..ha

Itu kan sebuah mimpi....di siang bolong.
Barangkali temen-temen ada yang mau berbagi saran.....!!!!!!!